Showing posts with label Agama. Show all posts

Shintoisme atau cukup disebut Shinto, adalah agama kuno dalam sejarah Jepang. Sebagai agama panteistik, penganut Shinto menyembah dewa atau roh yang dapat berada di kuil lokal tertentu atau disembah secara global, seperti dewi matahari Amaterasu.
Image result for Shinto
Shinto diperkirakan berkembang dari ritual dan dewa-dewa pemukim awal Jepang.
Kepercayaan ini juga memiliki aspek animisme, yaitu keyakinan bahwa roh berada dalam berbagai benda di alam.
Itu sebab, Shinto mengajarkan manusia untuk menjalani kehidupan yang harmoni dengan alam.
Shinto bisa pula dimaknai sebagai sebuah filosofi dan budaya. Tidak seperti agama lain, Shinto tidak memiliki kitab suci, tidak ada doa-doa yang dibakukan, serta tidak memiliki ritual formal wajib.
Pun terdapat ritual, hal tersebut biasanya hanya ditujukan bagi suatu kuil, keluarga, atau dewa tertentu.
Sering disalahartikan sebagai ‘pemujaan leluhur’, Shinto menghormati “kami” atau entitas spiritual yang berada di sekitar lingkungan manusia.
Entitas spiritual tersebut bisa berupa dewa, roh penunggu tempat tertentu, atau roh nenek moyang tertentu.
Shinto telah hidup berdampingan dengan agama Buddha selama berabad-abad di Jepang, sehingga banyak dewa tradisional Shinto yang turut diserap dalam keyakinan Budha.
Karma dan keyakinan reinkarnasi Buddhisme terintegrasi dengan animisme Shinto untuk membentuk sistem keyakinan baru yang unik di Jepang.
Tidak ada persyaratan bahwa seorang pengikut Shinto harus mengingkari semua sistem keyakinan lain.
Hal ini yang menjelaskan bagaimana Shinto bisa hidup berdampingan dengan Budha secara damai.
Shinto adalah agama resmi Jepang sebelum Perang Dunia II dan kaisar diyakini sebagai penjelmaan dewa yang menjadi keturunan langsung Amaterasu, sang Dewi Matahari
Sebagai informasi, kata kamikaze berarti ‘angin dari dewa’, dimana “kami” atau kekuatan spiritual diharapkan menjaga Jepang tetap aman dari penyerbu asing.
Karena praktik Shinto yang bersifat lokal, ajaran ini tetap diparktikkan di banyak rumah tangga Jepang dan tetap hidup berdampingan dengan agama Buddha hingga saat ini.[]
Cc: http://www.amazine.co/24810/apa-itu-agama-shinto-fakta-sejarah-informasi-lainnya/
-FVS

Apa Itu Agama Shinto?

Posted by Unknown
Tag :
one eye(allseeingeye):

seperti pada salah satu artis yg menunjukan ekspresi one eye atau all seing eye,seperti pada uang 1 dollar amerika yang ada gambar piramid yang bagian atasnya terdapat mata yang berjumlah 1
n
tulisan novus ordo seclorum itu adalah bahasa latin yang berarti"new world order"(tataan dunia baru) ya karna tujuan sebenarnya illuminati adalah menguasai dunia dan hanya ada 1 pemimpin mungkin kedengarannya bagus tetapi sebenarnya semua itu didasarkan oleh satanisme/satanism/menganut ajaran setan

pentagram:

pentagram adalah gambar bintang terbalik(seperti david's star tetapi dia terbalik) dan memiliki gambar kepala kambing sesungguhnya kambing itu bernama baphomet di film expendables 2 di jelaskan bahwa dia adalah piaraan setan/lucifer pentagram biasa dipakai dalam upacara keagamaan setan.

one eye with 666:

gambar lady gaga diatas adalah salah satu ciri illuminati ya itu tanggannya yang menunjukan 666 dan diarahkan kematanya lambang ini paling sering digunakan oleh penyanyi-penyanyi pop dunia contohnya,jay-z

dan ini jga

one eye yang biasa dipakai jay-z:

pasti anda pernah melihat ini jga anda menyukai jay-z dan kanye west

dan ini jga salah satu gambar albumnya ya lambang tersebut menunjukan dia anggota illuminati yang setia

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=uFDVW2xhWco

maaf saya tidak bisa menampilkan videonya karna tidak bisa di copy
dan juga salah satu yang paling mengejutkan bagi saya ialah ini dia gambarnya
1
illuminati? atau hanya kebetulan hanya orang yang membuat dan tuhan lah yang tau oke saya kira informasi tersebut sudah cukup baiklah saya akan kembali mengistirahatkan diri

Fr: http://8bmystery.blogspot.com/2012/11/lambang-lambang-illuminati-yang-harus.html.
Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.

Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).

Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita  ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.

Suatu cara yang baik dan saleh untuk membantu kita dalam masa persiapan Adven adalah dengan memasang Lingkaran Adven. Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, selama Masa Adven kita berjuang untuk menggenapi apa yang kita daraskan dalam doa pembukaan Misa Minggu Adven Pertama: “Bapa di surga… tambahkanlah kerinduan kami akan Kristus, Juruselamat kami, dan berilah kami kekuatan untuk bertumbuh dalam kasih, agar fajar kedatangan-Nya membuat kami bersukacita atas kehadiran-Nya dan menyambut terang kebenaran-Nya.

Fr http://putrikei.blogspot.com/2010/11/asal-mula-masa-adven.html

Asal-mula Masa Adven

Posted by Unknown

Alan Walker-Faded

Powered by Blogger.

Copyright © Restricted -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan